A Definitive Guide On Utas Gita Game Piece: Gumlau, Baur, and Phase Music

with 4 Comments

Instruksi Permainan Utas Gita: Gumlau, Baur, dan Phase Music

 

Workshop based composition workshop Utas Gita, sebagai salah satu bentuk game piece/musical games dari Gulir Bunyi telah memasuki edisi ke-empat sejak pertama kali diperkenalkan pada bulan Agustus tahun lalu. Ketika itu saya dan komposer Arham Aryadi mengadakan versi pertama Utas Gita yaitu Gumlau, sebagai format workshop dari karya Arham yang berjudul “Gumlau: For Collective Composer” yang dipentaskan di Art Summit pada tahun 2016.

Esensi dari ragam game pieces di program edukasi Gulir Bunyi adalah untuk menghadirkan pengalaman baru dalam berkreasi musik dengan menghilangkan ragam barriers yang terdapat pada proses penciptaan musik, melalui metode-metode dalam bingkai aktivitas grup yang partisipatoris dan intuitif.

Metode ini tidak hanya bertujuan untuk menjembatani konsep dan pengetahuan baik dalam ilmu komposisi maupun musik improvisasi, namun dalam rangka edukasi publik, game pieces ini juga melatih kreativitas melalui medium musik sekaligus memproses olah kreasi musik secara kolektif, sebagai bagian dari tindak kesenian manusia yang bersifat komunal.

Pada setiap game piece, baik Gulir Bunyi maupun Utas Gita, keduanya memiliki aturan atau set of rules tertentu. Gulir Bunyi yang cenderung bersifat aleatoric, lebih dekat dalam ranah konsep improvisasi, sound painting, dan ensemble based training; sedangkan Utas Gita lebih condong kepada aplikasi dan eksperimentasi teknik-teknik kompositoris, dengan mengolah elemen intuitif dalam rangka menyusun bentuk karya baru, secara spontan dan kolektif.

Utas Gita: Gumlau

Edisi pertama Gumlau yang merupakan adaptasi dari “For Collective Composer”, merupakan pengutaraan gagasan kami atas tindakan reproduksi karya tersebut, yang dimainkan oleh “non-composer”. Atau lebih tepatnya: publik yang berasal dari ragam latar belakang. Secara garis besar, game piece ini memiliki karakteristik yang lebih aleatoric ketimbang kedua edisi lainnya, meskipun menggunakan kategori flashcards yang hampir sama.

Gumlau terdiri dari 8 pemain/peserta, dan 1 Mediator/group leader yang berperan dalam mengendalikan arah dari musik yang dimainkan. Penyampaian dan komunikasi gagasan musikal yang umumnya menggunakan aksara notasi, tergantikan oleh sederetan kartu (flashcards) yang mengikuti alfabet A-Z, yang masing-masing merepresentasikan elemen yang dipilih dan ditentukan sendiri oleh para pemain.

Berbeda dengan flashcards yang digunakan dalam permainan Gulir Bunyi, kartu yang digunakan pada permainan Utas Gita berjumlah 26, yang disesuaikan dengan ke-8 (atau 6 pada Baur) jumlah pemain. Kedelapan pemain masing-masing memiliki tiga kartu: (ABC, DEF, GHI, JKL, MNO, PQR, STU, VWX), sedangkan mediator permainan (leader) memiliki dua kartu (YZ) yang mewakili instruksi Stop, dan theme. Theme merupakan ‘tema cerita’ yang menjadi fondasi penting dari keseluruhan rangkaian bunyi, yang disepakati dan ditentukan bersama pada awal sesi permainan.

Kategori

Sebelum permainan dimulai, mediator akan mengumpulkan beberapa versi dari ketiga kategori kartu dari masing-masing pemain melalui putaran searah jarum jam; hal ini sekaligus untuk melatih serta mencocokan materi antar elemen yang dipresentasikan melalui masing-masing kartu tersebut. Adapun kategori ini adalah:

  1. Repetisi: Rangkaian bunyi yang dimainkan berulang-ulang dengan identik.
  2. Konstan: Satu pitch yang dibunyikan terus menerus, dielaborasi melalui variasi dinamika.  
  3. Random: Improvisasi yang bergravitasi terhadap unsur-unsur bunyi lainnya.


Sesi Satu

Setelah tema digubah dan disepakati, dan ketiga kategori kartu telah dilatih bergiliran searah jarum jam, mediator akan memulai sesi pertama dari total keseluruhan dua sesi dari permainan Utas Gita.

  • Pada awal sesi pertama Utas Gita, mediator akan memulai sesi dengan kartu Z yang mewakili tema. Setelah tema dimainkan selama beberapa waktu, ia akan menginisiasi interaksi dengan cara menambahkan atau mengurangi elemen musik, melalui ke-26 kartu alfabet.
  • Khusus pada versi Gumlau, hanya mediator yang berhak untuk mengajukan kartu (mewakili elemen musik), kepada setiap pemain. Proses interaksi berlanjut ketika para pemain mulai diperbolehkan menambah elemen lainnya, dengan mengajukan instruksi kepada pemain lain melalui handsign, yang mewakili kategori kartu (satu jari untuk kategori satu, dua jari untuk kategori dua dan seterusnya).
  • Antara elemen musik dari kategori yang terdapat pada kartu, dan elemen yang diwakilkan oleh handsign memiliki perbedaan berikut; elemen yang diwakilkan oleh kartu merupakan elemen musik yang bergravitasi terhadap tema lagu, sedangkan elemen handsign merupakan penambahan dan variasi dari lanskap bunyi yang berkembang pada saat elemen itu diajukan.
  • Pemain dapat menambahkan elemen handsign kepada tiap pemain lainnya, termasuk dua pemain sekaligus (kecuali mediator), dengan catatan bahwa tindakan ini dapat di-over ride atau dibatalkan oleh mediator, melalui kartu Y (Stop), atau kartu Z (Tema).

Proses ini berlangsung secara spontan dan interaktif, sehingga peserta dan mediator perlu berkonsentrasi penuh untuk mengedepankan bingkai bunyi kolektif dengan memilah, merespon, mengurangi, atau menambahkan elemen musik.

Tindakan dari para pemain dan mediator dalam rangka menciptakan lanskap bunyi dengan kemungkinan tanpa batas, sekaligus olah komunikasi/interaksi melalui proses penciptaan kolektif inilah yang menjadi esensi game pieces dari program Gulir Bunyi.

Tindak konstan pencarian, penerjemahan, analisis, dan pemaknaan bunyi yang berlangsung secara partisipatoris dan dinamis ini laiknya proses komunikasi dalam kehidupan manusia di mana kita dapat menemukan konflik, harmoni, dan ragam fragmentasi gagasan di dalamnya.

Sesi Dua

Varian sesi kedua dari Utas Gita yang sekaligus merupakan penutup sesi, adalah sebuah susunan free form tune organization (FFTO) yang dirancang oleh mediator dengan menggunakan ke-24 elemen musik yang telah diolah dalam kelompok melalui aktivitas di sesi pertama. Berikut adalah contoh dari susunan FFTO pada sesi ke-dua Utas Gita:


Variasi: Baur dan Phase Music

                Utas Gita: Baur merupakan penggabungan dari versi permainan “Gulir Bunyi: Utas Gita” yang saya rancang di pertengahan 2017 lalu untuk program Gulir Bunyi, yang secara kebetulan memiliki banyak kemiripan dengan struktur permainan Arham pada “Gumlau: For Collective Composer” yang diadakan di tahun 2016. Kolaborasi gagasan dan kesamaan pandangan kami ini yang pada akhirnya membuahkan ragam varian dari permainan Utas Gita sebagai bentuk workshop publik.

Baur, seperti halnya pada Gumlau juga menggunakan 26 kartu alfabet yang masing-masing mewakilikan elemen dari kategori bunyi. Karakteristik utama Baur terletak kepada fiksasi elemen musik dari tiap-tiap kategori yang dibuat oleh peserta, sebagai materi utama yang berlaku untuk keseluruhan sesi. Hal ini berbeda dengan elemen musik dari versi Gumlau, yang bersifat aleatoric, (artinya bisa berubah-ubah setiap kali elemen itu diajukan); dengan bergravitasi terhadap tema.

Tema yang ditentukan di awal Baur, merupakan hasil pengolahan melalui flashcards Gulir Bunyi, yang mengkombinasikan kata kerja, sifat, instruksi dalam bingkai ritmik-dinamika-materi melodi, hingga spesifikasi dari format grouping peserta.

 

Tidak seperti pada Gumlau, jumlah pemain pada Baur berjumlah enam orang, dengan satu mediator yang mempunyai peranan serupa dengan versi sebelumnya. Hal ini menyesuaikan kategori elemen musik yang sekarang berjumlah empat. Apabila pada versi Gumlau ke-delapan pemain masing-masing memiliki tiga kartu yang mewakili tiga kategori, pada versi Baur, ke-enam peserta memiliki empat kategori yang diwakilkan oleh alfabet A-Z.

  1. Repetisi: Rangkaian bunyi yang dimainkan berulang-ulang dengan identik.
  2. Motif: Satu frase musik yang dikenalkan, kemudian dikembangkan secara bertahap melalui proses augmentasi, fragmentasi, dan variasi ritmik.
  3. Sound Shape (Mirip dengan konstan pada Gumlau): Satu pitch atau serangkaian bunyi yang dibunyikan secara terus menerus, dielaborasi melalui variasi dinamika.
  4. Improvisasi: Improvisasi yang bergravitasi terhadap unsur-unsur bunyi lainnya.

 

Struktur Permainan 

  • Baur memiliki kesamaan struktur dengan versi Gumlau, di mana perbedaan utama permainan ini terletak pada fiksasi dari empat kategori elemen yang diwakili oleh ke-24 kartu alfabet. Pada awal permainan mediator akan mengumpulkan tiap-tiap kategori dari para pemain, sekaligus melatih kategori-kategori tersebut dalam bingkai yang ia tentukan melalui Flashcards dalam hal ini dipakai untuk melatih interaksi antar peserta, mengumpulkan materi yang ideal, dan membungkus tema utama dalam kerangka yang lebih detil.
  • Setelah tema dibentuk, mediator dapat memberi masukan kepada pemain sebelum melakukan finalisasi dari setiap kategori elemen kartu. Setelah tiap pemain mampu menguasai dan mengingat elemen-elemen yang dibuatnya, permainan akan dimulai.
  • Seperti pada Gumlau, mediator akan memulai sesi dengan kartu Z yang mewakili tema. Setelah tema dimainkan selama beberapa waktu, ia akan menginisiasi interaksi dengan cara menambahkan atau mengurangi elemen musik, melalui ke-26 kartu alfabet.
  • Pada Utas Gita: Baur setiap pemain memiliki 20 kartu yang termasuk elemen musik dari kelima peserta lainnya (kecuali kartunya sendiri). Hal ini berarti setiap pemain diperbolehkan untuk mengajukan kartu yang spesifik ditujukan kepada peserta yang mempunyai elemen tersebut, untuk memainkannya. Proses ini dapat di-override oleh mediator melalui kartu Y dan Z.
  • Tidak terdapat handsign di Utas Gita Baur, sehingga keseluruhan elemen bersifat intuitif yang terwakilkan oleh elemen musik di flashcards Pengecualian hanya bisa dilakukan oleh mediator, yang mempunyai akses ke flashcards Gulr Bunyi untuk mengubah arah dari keseluruhan bunyi secara dramatis.

Phase Music dan Elaborasi Repetisi

Selain kedua game piece utama yaitu Gumlau dan Baur, Phase Music merupakan varian kombinasi dari struktur permainan yang mengutamakan penekanan terhadap elemen repetisi, serta penggunaan elemen tersebut sebagai materi utama pembentukan susunan bunyi dalam kerangka kompositoris.

Phase Music menggunakan ketiga kategori yang digunakan di Gumlau, namun juga menekankan fiksasi elemen pada Baur, di mana semua kategori merupakan elemen intuitif yang harus diingat oleh pemain. Elemen repetisi pada game ini khususnya dielaborasi lebih lanjut melalui tiga kategori tambahan yaitu repetisi A, B, dan C.

1. Repetisi: Rangkaian bunyi yang dimainkan berulang-ulang dengan identik.

A.Variasi tekstur

B. Variasi ritmik

C. Variasi warna bunyi (sound)

2. Konstan: Satu pitch yang dibunyikan terus menerus, dielaborasi melalui variasi dinamika.  

3. Random: Improvisasi yang bergravitasi terhadap unsur-unsur bunyi lainnya.

Struktur permainan pada Phase Music persis menyerupai Gumlau, dengan pemisahan pada sesi eksplorasi repetisi yang berpusat pada pembentukan tema utama. Ketika mediator menurunkan kartu Z yang mewakilkan tema, maka kemudian kategori A, B, C yang berlaku untuk kategori elemen ini dilakukan melalui handsign. Ketika kartu lain diturunkan oleh mediator, maka akan tercipata kombinasi dari pengembangan repetisi A, B, C, dengan kedua kategori lainnya yaitu konstan dan random.

Versi ini cenderung lebih berpusat kepada mediator sebagai sumber instruksi, meskipun peserta juga diperbolehkan untuk mengajukan kategori dari peserta lainnya. Hal ini disebabkan oleh banyaknya jumlah total kategori yang mencapai lima (Repetisi A, B, C, Random, dan Konstan), cukup menuntut konsentrasi yang ekstra keras dari para peserta untuk melakukan tindak pencarian, penerjemahan, serta pemaknaan bunyi yang berlangsung secara spontan dan kolektif. (DJ)

Dion Janapria

 

 

 

4 Responses

  1. Gulir Bunyi at IOEF 2018!
    | Reply

    […] Baca: A Definitive Guide to Utas Gita Game Piece: Gumlau, Baur, and Phase Music […]

  2. […] Baca: A Definitive Guide On Utas Gita Game Piece; Gumlau, Baur, and Phase Music […]

  3. […] Baca: A Definitive Guide On Utas Gita Game Piece: Gumlau, Baur & Phase Music […]

  4. […] Pada awal permainan dimulai, setiap peserta mendapatkan masing-masing satu kartu yang di baliknya tertera identitas peran (villagers, werewolves, doctor, atau seer). Selain identitas, terdapat juga elemen musik yang harus dimainkan, yang berasal dari 4 kategori permainan Gulir Bunyi atau Utas Gita: Baur, yang terdiri dari repetisi, motif, random, atau bunyi. Baca: A Definitive Guide to Utas Gita: Gumlau, Baur, & Phase Music […]

Leave a Reply