How To Play Werewolf: New Gulir Bunyi Game Piece

with No Comments

Gulir Bunyi: Werewolf adalah game piece musik-naratif kedua Gulir Bunyi, setelah “Harimau! Harimau!”, yang saya adaptasi dari sebuah permainan group role playing Werewolf.

Permainan Werewolf (awalnya dinamakan Mafia) diciptakan oleh Dmitry Davidoff tahun 1987 sebagai kombinasi riset psikologi dan pengajaran kelas, tapi Andrew Plotkin yang pertama menggunakan tema Werewolf untuk menggantikan tema Mafia di tahun 1997. Versi dari permainan ini cukup banyak, tapi pada workshop ini saya akan menggunakan versi sederhana dari The Werewolves of Millers Hollow yang diciptakan oleh Philippes des Pallieres, untuk menyesuaikan dengan format lima permainan Gulir Bunyi (Follow The Leader, Pass The Ball, Free for All, Extended Groupings, dan Sound Painting).

Deskripsi Umum

Werewolf dimainkan oleh minimal 6 pemain, dengan satu moderator. apabila jumlah peserta lebih dari 15 orang maka peran dalam permainan akan menyesuaikan dengan jumlah peserta. Sebelum permainan dimulai, moderator akan membagikan satu kartu kepada tiap peserta untuk menjelaskan perannya dalam permainan (peran harus dirahasiakan dari semua peserta lainnya). Pada versi ini terdapat 4 peran:

  1. Werewolf – Tujuan dari para werewolves (jika lebih dari satu) adalah untuk dengan memangsa peserta lainnya (villagers) pada malam hari, sampai jumlah peserta dan werewolves sama.
  2. Seer – Seer adalah salah satu villagers yang mempunyai kekuatan untuk mengidentifikasi werewolves, tapi tidak dapat membunuhnya tanpa voting dari villagers lainnya. (Seer harus berhati-hati dalam mengungkap identitasnya, karena para werewolf dapat mengincarnya di malam berikutnya)
  3. Doctor – Doctor dapat menyembuhkan atau menyelamatkan villagers lainnya dari serangan werewolves, tapi sama dengan Seer ia pun harus berhati-hati menjaga rahasia identitasnya agar tidak menjadi sasaran pemangsa di malam hari.
  4. Villagers – Pada saat siang hari, semua role dari peserta adalah villagers. Peserta yang bukan doctor, seer, atau werewolves, dan peserta yang mempunyai peran-peran diatas (werewolf, doctor, seer), semua menyamar di siang hari. Para villagers mempunyai tujuan untuk mengidentifikasi dan membunuh werewolf.

Jadi pada dasarnya game ini dimainkan oleh dua kubu, yaitu para Werewolf (yang pada siang hari menyamar sebagai villagers) dan para villagers. Hanya saja dalam komunitas villagers ada Doctor dan Seer, yang identitasnya juga tersembunyi dan harus memainkan perannya dengan strategis.

Terdapat dua bagian dalam permainan ini yaitu siang dan malam. Pada saat malam, semua villagers menutup matanya, dan moderator akan satu persatu memanggil Werewolf, Doctor, dan Seer untuk melakukan perannya. Saat siang hari tiba, semua membuka mata dan kembali menjadi villagers. Pada akhir dari setiap siang hari, mereka akan mengeliminasi satu peserta yang diduga werewolf, melalui voting.

Game Rules Gulir Bunyi: Adaptasi Permainan Role Playing Werewolf

Pada awal permainan dimulai, setiap peserta mendapatkan masing-masing satu kartu yang di baliknya tertera identitas peran (villagers, werewolves, doctor, atau seer). Selain identitas, terdapat juga elemen musik yang harus dimainkan, yang berasal dari 4 kategori permainan Gulir Bunyi atau Utas Gita: Baur, yang terdiri dari repetisi, motif, random, atau bunyi. Baca: A Definitive Guide to Utas Gita: Gumlau, Baur, & Phase Music

Kartu harus dilihat, namun identitas ini harus dirahasiakan dari peserta lainnya.

Workshop dimulai dengan putaran clapping searah jarum jam, dimana peserta harus memainkan motif serupa dari peserta sebelumnya, dengan tambahan ekstra dua clap. Pelatihan memori ini digunakan sebagai warming up exercise dari sesi pertama Gulir Bunyi.

Hari Pertama (Siang Hari): Motif Ritmik
Peserta duduk melingkar. Diawali dengan clapping dalam beat yang konstan berputar searah jarum jam. Variasi: Instruktur akan menunjuk satu orang untuk start, atau memulai motif baru setiap putaran.
Motif Ritmik: Variasi

Diawali dari instruktur yang memainkan sebuah motif ritmik sederhana, diikuti oleh orang di sebelahnya yang memainkan motif awal + variasi, untuk kemudian dikembangkan lagi oleh peserta berikutnya. Proses pengembangan motif ini terus berlanjut searah jarum jam hingga motif asli sudah terlalu jauh dan (terlalu panjang), atau kembali ke instruktur untuk pengenalan motif baru.

Motif Ritmik: Melodi
Sama dengan variasi motif ritmik, namun eksplorasi ditujukan untuk 1-2 pitch saja (kontur), mengikuti aturan main Pass The Ball. Peserta dapat mengambil esssential notes, kontur atau motif ritmik. Hal ini dilakukan dengan instrumen atau suara. Putaran searah jarum jam akan diteruskan selama mungkin, dan membutuhkan konsentrasi dari peserta untuk membuat variasi dari elemen peserta lain, yang merupakan hasil dari pengembangan melodi secara kolektif. Pengembangan dilakukan dengan memilih pitch, atau kontur yang fix.

Malam Hari

Malam hari dimulai ketika moderator menyatakan “Close your eyes”. Pada bagian ini peserta akan memainkan masing-masing elemen spesifik, yang tertera pada bagian belakang kartu yang dimiliknya (Elemen ini digunakan sebagai salah satu cara mengidentifikasi masing-masing peran):

  1. Repetisi: Rangkaian bunyi yang dimainkan berulang-ulang dengan identik.
  2. Motif: Satu frase musik yang dikenalkan, kemudian dikembangkan secara bertahap melalui proses augmentasi, fragmentasi, dan variasi ritmik.
  3. Sound Shape (Mirip dengan konstan pada Gumlau): Satu pitch atau serangkaian bunyi yang dibunyikan secara terus menerus, dielaborasi melalui variasi dinamika.

   4. Improvisasi: Improvisasi yang bergravitasi terhadap unsur-unsur bunyi lainnya.

Setelah itu semua peserta diharuskan menutup mata.

Moderator memanggil para werewolves dengan kalimat “Werewolves, open your eyes!”.

Para werewolves membuka mata mereka. “Werewolves, pick someone to kill!” Disini mereka harus sepakat dengan satu orang yang akan dimangsa olehnya melalui hand sign, anggukan dan metode lain. – Plus werewolves harus ekstra silent agar tidak ketahuan oleh peserta lainnya yang bukan werewolves.

Setelah werewolves memilih mangsanya: “Werewolves, close your eyes!”

Sekarang moderator akan membangunkan Doctor, dan mengatakan: “Doctor, who would you like to heal?” Doctor kemudian akan menunjuk satu peserta, atau dirinya sendiri agar jika peserta tersebut atau dirinya ternyata menjadi target werewolves keesokan harinya, dia akan terselamatkan. (Doctor belum tahu siapa yg telah dimangsa).

Setelah doctor kembali tidur, moderator akan membangunkan Seer dan berkata “Seer, who would you like to ask me about?” Seer akan menunjuk satu peserta, untuk bertanya pada moderator apakah orang itu werewolf atau bukan. Moderator akan menjawab dengan jempol keatas jika iya, atau jempol kebawah jika bukan.

Penting untuk ekstra berhati-hati pada proses ini, terutama bagi seer dan doctor agar para werewolves tidak mengincarnya di malam berikut. Begitupun dengan werewolf agar tidak diidentifikasi oleh siapapun peserta yang dapat mengungkap identitasnya dan membunuhnya melalui voting di siang hari.

Siang Hari

Siang hari dimulai dengan kembali memainkan keempat elemen diatas. Pada putaran ini, peserta sebenarnya sudah dapat menduga apa peran dari peserta lainnya karena para werewolves diberikan elemen bunyi yang sedikit berbeda dengan sisa peserta lainnya. Misalnya werewolves diberikan elemen repetisi, sedangkan semua peserta lainnya memainkan sound. Namun yang menjadi tantangan adalah werewolves mempunyai dua elemen yang berbeda, yang dapat dimainkannya secara acak pada tiap sesi.

Setelah selesai bermain 4 elemen, moderator akan mengumumkan “Someone has been killed”, atau “Someone has been saved” -jika doctor telah menyelamatkan orang itu. Peserta yang mati dimangsa akan meninggalkan permainan.

Kemudian para villagers (dan semua lainnya yg menyamar menjadi villagers) akan berdiskusi dan melakukan voting untuk mengeliminasi satu orang yang diduga werewolf. Disini kecerdikan dan kemampuan persuasi dari peserta dibutuhkan agar dapat memanipulasi suara terbanyak untuk membunuh werewolf, atau sebaliknya, membunuh seorang lainnya yang tidak bersalah (bisa seer, doctor atau villagers). Pastinya para werewolves akan mencoba membunuh seer atau doctor terlebih dahulu jika mereka menduga orang tersebut memainkan peran itu.

Setelah satu lagi peserta tereliminasi, cycle malam hari ke siang hari akan berulang hingga permainan berakhir.

Akhir Permainan

Para werewolf akan menang apabila jumlah akhir werewolf dan peserta sama, misalnya 2 werewolf dan dua lainnya.

Villagers akan menang jika mereka dapat membunuh kedua werewolves (semua werewolves).

*Pada setiap awal cycle baik siang atau malam hari, peserta juga dapat memainkan satu set sesi sesuai pilihan moderator sbb:

Three Games
Three games adalah eksplorasi dari ke- empat permainan utama Gulir Bunyi: Follow The Leader, Flash Cards, Pass The Ball, dan Free for All. Peserta duduk berhadapan dengan pola zigzag dan tiap permainan akan dimainkan secara bergantian.

Mediator memiliki tiga kartu yang menandakan berlakunya permainan tertentu: Follow The Leader-Pass The Ball- Free For All, ditambah dengan kartu-kartu Flash Cards Gulir Bunyi. Mediator dapat mengajukan permainan spesifik ke tiap peserta dalam grup, secara individu atau keseluruhan.

a. Follow The Leader menggunakan kategori Utas Gita (Repetisi-Sound- Motif-Random) sebagai bingkai improvisasi. Contoh: apabila leader memainkan pola repetisi, maka secara bersamaan, peserta lain akan mengikuti kategori yang sama.

b. Pass The Ball-permainan ini hampir sama dengan sesi satu, namun peserta dapat melakukan elaborasi motif, diteruskan kepada orang di depannya sesuai dengan bentuk zigzag.

c. Free For All merupakan instruksi yang boleh di-request oleh tiap peserta dalam grup, melalui mediator yang akan memprosesnya.

Extended Groupings
Peserta duduk dalam format lingkaran. Pada sesi ini peserta dibagi menjadi 4 hingga 5 grup kecil, yang masing-masing beranggotakan 4-5 orang.

Berawal dari satu grup sebagai model, instruktur akan mendikte peserta satu persatu dalam grup tsb untuk fragmen melodi yang akan dinyanyikan atau di-clap.

Ketika ke-empat peserta sudah menyanyikan fragmen dan membentuk kesatuan, instruktur akan menggunakan flashcards untuk menukar fragmen antar peserta.

Creative Groupings- Variasi
Instruktur akan menunjuk masing-masing satu orang leader dari tiap grup, yang akan memimpin atau memulai fragmen pertama, untuk dilanjutkan ke peserta kedua, ketiga dan seterusnya.

Di sini dibutuhkan kerja sama, imajinasi dan kreativitas dari tim untuk menghasilkan satu unit bunyi dari 4-5 elemen yang terbentuk dari fragmen masing-masing anggota. Setelah grup pertama selesai, pengembangan dilanjutkan oleh leader dari grup kedua yang menggunakan unit pertama sebagai fondasi unitnya, setelah terbentuk dua unit, leader grup ketiga akan memulai dengan urutan proses yang sama.

Sound Paintings
Peserta duduk dalam bentuk setengah lingkaran (full instruments). Sesi ini lebih berfokus kepada interaksi dan imajinasi peserta dalam memanfaatkan instrumen musik (atau suara), untuk menghasilkan bunyi yang diinstruksikan melalui hand signs dan flash cards.

Hand signs digunakan untuk merepresentasikan elemen bunyi sesuai dengan empat kategori Utas Gita. Mediator bisa menggabungkan elemen yang berbeda untuk perorangan, grup kecil, atau keseluruhan dengan menggunakan elemen intuitif, aleatoris dan flashcards.

Variasi: Peserta kembali ke grup-grup kecil di sesi awal (full instruments). Sesi ini bertujuan untuk menggunakan musik dari tiap grup, masing-masing menjadi elemen yang membentuk kesatuan, melalui improvisasi kolektif. Masing-masing leader dari tiap grup akan menggunakan hand signs dan flash cards yang digunakan untuk menyetir arah musik, dan berinteraksi dengan kedua unit lainnya. (DJ)

 

Gulir Bunyi: Werewolf

26 Juli 2019, Start 7pm

iCanStudioLive

For all instruments. RSVP to 0813-87625512

 

Leave a Reply