Gulir Bunyi: Derau dan Adaptasi Permainan Baru dari Kategori Performance-Based Gulir Bunyi

with No Comments

 

NEW GAME! Setelah edisi Gulir Bunyi: Impuls, Pelagu, Sasmita, dan Juru Tulis — Derau kembali lagi sebagai game piece terbaru dari workshop Gulir Bunyi yang diadaptasi dari novel Harimau! Harimau! – Mochtar Lubis, dan menggunakan pengembangan elemen dari Cobra – Zorn

Dalam pengembangan game piece Gulir Bunyi di awal tahun ini, saya mencoba beberapa metode baru melalui set permainan yang lebih mengarah ke performance based workshop. Arah yang baru ini membutuhkan beberapa tools yang juga baru tentunya, agar pergerakan dari musik yang tercipta dapat lebih dinamis dan bergerak cepat, tidak lagi dibatasi oleh lima sesi Gulir Bunyi yang sudah umum saya gunakan.

Pada format Derau yang baru, saya mengenalkan satu set flash card yang baru, dengan satu set instruksi yang juga baru,; sebagian terinspirasikan dari composition based game piece dari John Zorn yaitu Cobra. Metode ini memiliki beberapa kelebihan, namun juga kekurangan.

Kelebihannya adalah peserta dapat fully immersed ke dalam satu buah set performance dengan alur cerita naratif (dalam hal ini saya mengadaptasi novel Mochtar Lubis: Harimau! Harimau!), namun kekurangannya juga ada. Dengan lebih banyaknya kartu yang saya gunakan, peserta perlu lebih berkonsentrasi untuk mengingat representasi dari kartu yang diajukan oleh mediator.

Karena itu durasi workshop ini juga saya panjangkan menjadi 120 menit, untuk memberi waktu pada para pemain untuk mengingat dan melatih kartu-kartu yang digunakan pada Gulir Bunyi: Derau. Derau memiliki susunan pemain yang terdiri dari 1 mediator, 7-10 pemburu, dan 3 harimau yg identitasnya tersembunyikan di antara peserta

Melalui tiga mode pada game piece ini: TELUSUR – PERBURUAN – SERBU, Gulir Bunyi menjadi sebuah workshop yang lebih interaktif; dimana pemain dapat mengajukan hampir 80% elemen yang terdapat di game piece ini. Setting workshop yang awalnya berbentuk lingkaran, saya ubah menjadi format setengah lingkaran, dengan penekanan pada ensemble playing.
Empat kategori dalam Gulir Bunyi tetap digunakan sebagai basis. Ke-lima sesi dari Gulir Bunyi: Juru Tulis juga telah saya sederhanakan dan masukkan pada mode “Telusur” yang berada di awal permainan. Mode Perburuan dan Serbu merupakan bagian full interaktif, dimana peserta harus mampu bekerjasama menghadapi tiga harimau yang siap ‘menyerang’. Pada bagian ini saya cukup terpengaruh dengan metode Guerilla dan Spy dari John Zorn, meskipun si pemain antagonis disini saya ubah menjadi tiga ekor harimau, dan tetap menggunakan elemen-elemen dasar dari game piece Gulir Bunyi. Untuk bagian ending seperti Cut, Coda, dan Hold & Fade, saya juga mengadaptasi ‘ending’ dari Cobra sebagai resolusi dari tiap performance act.
Jangan lewatkan kesempatan ini di tanggal 30 Januari, dimana saya akan pertama kali memperkenalkan game piece yang baru dari program saya Gulir Bunyi di iCanStudioLive. Ingat, di game ini anda harus mampu bekerjasama dengan pemburu lain untuk melacak dan membunuh sang harimau. Jika tidak, berhati-hatilah, karena anda bisa saja menjadi korban berikutnya!
Untuk instruksi lengkap permainan Gulir Bunyi: Derau, silakan unduh file PDF disini
Gulir Bunyi: Derau
Kamis, 31 Januari 2019 at iCanStudioLive
7-9pm
Free workshop – Untuk semua jenis instrumen
RSVP: 0813 87625512

Leave a Reply