Gulir Bunyi at IOEF 2018!

with 1 Comment

Gulir Bunyi at IOEF 2018!

Pada edisi Gulir Bunyi kali ini di Indonesia Orchestra and Ensemble Festival -IOEF 25/08, sy akan membawakan lima extended tipe permainan/sesi workshop yang mencakup Follow The Leader-Three Games-Creative Groupings-Ansambel Kolektif, dan Baur dari seri workshop Utas Gita.
Karena permainan selalu menyesuaikan dengan kategori peserta, pembagian instrumen dan latar belakang, maka tidak pernah ada workshop Gulir Bunyi yang sesi dan kategori permainannya sama persis. Setiap workshop improvisasi Gulir Bunyi adalah unik dan setiap sesinya khusus dirancang berdasarkan latar belakang peserta.

 

“Gulir Bunyi workshop is the first and only musical games in Indonesia. It deconstruct music improvisation concepts, breaking barriers and bring music creation experience to public by using a participatory-collaborative group activities

It is a new way of presenting a music making experience to public by using music as a tool; a perfect medium to interact with each other in a new, fun, and most creative ways that only the limits of your imagination can take you

Get ready for an intense workshop that will squeeze your creativity, through a full throttle-spontaneous music making session to test your intuition & imagination to the limit!” 

Online RSVP di bit.ly/IOEF18DAY2

Rundown Gulir Bunyi IOEF: Sabtu 25/08

Introduction: Introducing game rules Santai, posisi bebas

Sesi 1: Motif Ritmik
Peserta duduk melingkar. Diawali dengan clapping dalam beat yang konstan berputar searah jarum jam. Variasi: Instruktur akan menunjuk satu orang untuk start, atau memulai motif baru setiap putaran.
Motif Ritmik: Variasi

Diawali dari instruktur yang memainkan sebuah motif ritmik sederhana, diikuti oleh orang di sebelahnya yang memainkan motif awal + variasi, untuk kemudian dikembangkan lagi oleh peserta berikutnya. Proses pengembangan motif ini terus berlanjut searah jarum jam hingga motif asli sudah terlalu jauh dan (terlalu panjang), atau kembali ke instruktur untuk pengenalan motif baru.

Motif Ritmik: Melodi
Sama dengan variasi motif ritmik, namun eksplorasi ditujukan untuk 1-2 pitch saja (kontur), mengikuti aturan main Pass The Ball. Peserta dapat mengambil esssential notes, kontur atau motif ritmik. Hal ini dilakukan dengan instrumen atau suara. Putaran searah jarum jam akan diteruskan selama mungkin, dan membutuhkan konsentrasi dari peserta untuk membuat variasi dari elemen peserta lain, yang merupakan hasil dari pengembangan melodi secara kolektif. Pengembangan dilakukan dengan memilih pitch, atau kontur yang fix.

Sesi 2: Three Games
Three games adalah eksplorasi dari ke- empat permainan utama Gulir Bunyi: Follow The Leader, Flash Cards, Pass The Ball, dan Free for All. Peserta duduk berhadapan dengan pola zigzag dan tiap permainan akan dimainkan secara bergantian.

Mediator memiliki tiga kartu yang menandakan berlakunya permainan tertentu: Follow The Leader-Pass The Ball- Free For All, ditambah dengan kartu-kartu Flash Cards Gulir Bunyi. Mediator dapat mengajukan permainan spesifik ke tiap peserta dalam grup, secara individu atau keseluruhan.

a. Follow The Leader menggunakan kategori Utas Gita (Repetisi-Sound- Motif-Random) sebagai bingkai improvisasi. Contoh: apabila leader memainkan pola repetisi, maka secara bersamaan, peserta lain akan mengikuti kategori yang sama.

b. Pass The Ball-permainan ini hampir sama dengan sesi satu, namun peserta dapat melakukan elaborasi motif, diteruskan kepada orang di depannya sesuai dengan bentuk zigzag.

c. Free For All merupakan instruksi yang boleh di-request oleh tiap peserta dalam grup, melalui mediator yang akan memprosesnya.

Sesi 3: Creative Groupings
Peserta duduk dalam format lingkaran. Pada sesi ini peserta dibagi menjadi 4 hingga 5 grup kecil, yang masing-masing beranggotakan 4-5 orang.

Berawal dari satu grup sebagai model, instruktur akan mendikte peserta satu persatu dalam grup tsb untuk fragmen melodi yang akan dinyanyikan atau di-clap.

Ketika ke-empat peserta sudah menyanyikan fragmen dan membentuk kesatuan, instruktur akan menggunakan flashcards untuk menukar fragmen antar peserta.

Creative Groupings- Variasi
Instruktur akan menunjuk masing-masing satu orang leader dari tiap grup, yang akan memimpin atau memulai fragmen pertama, untuk dilanjutkan ke peserta kedua, ketiga dan seterusnya.

Di sini dibutuhkan kerja sama, imajinasi dan kreativitas dari tim untuk menghasilkan satu unit bunyi dari 4-5 elemen yang terbentuk dari fragmen masing-masing anggota. Setelah grup pertama selesai, pengembangan dilanjutkan oleh leader dari grup kedua yang menggunakan unit pertama sebagai fondasi unitnya, setelah terbentuk dua unit, leader grup ketiga akan memulai dengan urutan proses yang sama.

Sesi 4: Ansambel Kolektif
Peserta duduk dalam bentuk setengah lingkaran (full instruments). Sesi ini lebih berfokus kepada interaksi dan imajinasi peserta dalam memanfaatkan instrumen musik (atau suara), untuk menghasilkan bunyi yang diinstruksikan melalui hand signs dan flash cards.

Hand signs digunakan untuk merepresentasikan elemen bunyi sesuai dengan empat kategori Utas Gita. Mediator bisa menggabungkan elemen yang berbeda untuk perorangan, grup kecil, atau keseluruhan dengan menggunakan elemen intuitif, aleatoris dan flashcards.

Variasi: Peserta kembali ke grup-grup kecil di sesi awal (full instruments). Sesi ini bertujuan untuk menggunakan musik dari tiap grup, masing-masing menjadi elemen yang membentuk kesatuan, melalui improvisasi kolektif. Masing-masing leader dari tiap grup akan menggunakan hand signs dan flash cards yang digunakan untuk menyetir arah musik, dan berinteraksi dengan kedua unit lainnya.

Sesi 5: Utas Gita – Baur

Baca: A Definitive Guide to Utas Gita Game Piece: Gumlau, Baur, and Phase Music

Utas Gita: Baur merupakan penggabungan dari versi permainan “Gulir Bunyi: Utas Gita” yang saya rancang di pertengahan 2017 lalu untuk program Gulir Bunyi, yang memiliki banyak kemiripan dengan struktur komposisi komposer Arham Aryadi pada “Gumlau: For Collective Composer”.

Kolaborasi gagasan dan kesamaan pandangan ini yang pada akhirnya membuahkan ragam varian dari permainan Utas Gita; program ekstensi kolaborasi Gulir Bunyi sebagai bentuk workshop publik.

Baca Baur: the Second Edition of Utas Gita

Terdapat tiga varian permainan Utas Gita, yang saya dan Arham kembangkan mencakup: Utas Gita: Gumlau, Utas Gita: Baur, dan Utas Gita: Phase Music.

Baur, seperti halnya pada varian Gumlau juga menggunakan 26 kartu alfabet yang masing- masing mewakilikan elemen dari kategori bunyi. Karakteristik utama Baur terletak kepada fiksasi elemen musik dari tiap-tiap kategori yang dibuat oleh peserta, sebagai materi utama yang berlaku untuk keseluruhan sesi. Hal ini berbeda dengan elemen musik dari versi Gumlau, yang bersifat aleatoric, (artinya bisa berubah-ubah setiap kali elemen itu diajukan); dengan bergravitasi terhadap tema.

Tema yang ditentukan di awal Baur, merupakan hasil pengolahan melalui flashcards Gulir Bunyi, yang mengkombinasikan kata kerja, sifat, instruksi dalam bingkai ritmik-dinamika-materi melodi, hingga spesifikasi dari format grouping peserta.

Tidak seperti pada Gumlau, jumlah pemain pada Baur berjumlah enam orang, dengan satu mediator yang mempunyai peranan serupa dengan versi sebelumnya. Hal ini menyesuaikan kategori elemen musik yang sekarang berjumlah empat. Apabila pada versi Gumlau ke-delapan pemain masing-masing memiliki tiga kartu yang mewakili tiga kategori, pada versi Baur, ke-enam peserta memiliki empat kategori yang diwakilkan oleh alfabet A-Z.

  1. Repetisi: Rangkaian bunyi yang dimainkan berulang-ulang dengan identik.
  2. Motif: Satu frase musik yang dikenalkan, kemudian dikembangkan secara bertahap melalui proses augmentasi, fragmentasi, dan variasi ritmik.
  3. Sound Shape (Mirip dengan konstan pada Gumlau): Satu pitch atau serangkaian bunyi yang dibunyikan secara terus menerus, dielaborasi melalui variasi dinamika.

   4. Improvisasi: Improvisasi yang bergravitasi terhadap unsur-unsur bunyi lainnya.

selama beberapa waktu, ia akan menginisiasi interaksi dengan cara menambahkan atau mengurangi elemen musik, melalui ke-26 kartu alfabet.

Pada Utas Gita: Baur setiap pemain memiliki 20 kartu yang termasuk elemen musik dari kelima peserta lainnya (kecuali kartunya sendiri). Hal ini berarti setiap pemain diperbolehkan untuk mengajukan kartu yang spesifik ditujukan kepada peserta yang mempunyai elemen tersebut, untuk memainkannya. Proses ini dapat di-override oleh mediator melalui kartu Y dan Z.

Tidak terdapat handsign di Utas Gita Baur, sehingga keseluruhan elemen bersifat intuitif yang terwakilkan oleh elemen musik di flashcards alfabet. Pengecualian hanya bisa dilakukan oleh mediator, yang mempunyai akses ke flashcards Gulr Bunyi untuk mengubah arah dari keseluruhan bunyi secara dramatis.

Struktur Permainan:

  •   Baur memiliki kesamaan struktur dengan versi Gumlau, di mana perbedaan utama permainan ini terletak pada fiksasi dari empat kategori elemen yang diwakili oleh ke-24 kartu alfabet. Pada awal permainan mediator akan mengumpulkan tiap-tiap kategori dari para pemain, sekaligus melatih kategori-kategori tersebut dalam bingkai yang ia tentukan melalui flashcards. Flashcards dalam hal ini dipakai untuk melatih interaksi antar peserta, mengumpulkan materi yang ideal, dan membungkus tema utama dalam kerangka yang lebih detil.
  •   Setelah tema dibentuk, mediator dapat memberi masukan kepada pemain sebelum melakukan finalisasi dari setiap kategori elemen kartu. Setelah tiap pemain mampu menguasai dan mengingat elemen-elemen yang dibuatnya, permainan akan dimulai.
  •   Seperti pada Gumlau, mediator akan memulai sesi dengan kartu Z yang mewakili tema. Setelah tema dimainkan

Closing dan Evaluasi

 

GULIR BUNYI at IOEF 2018

Sabtu, 25 Agustus 2018

13.00-15.00

Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki Jakarta

Online RSVP di bit.ly/IOEF18DAY2

One Response

  1. […] Baca: Gulir Bunyi at IOEF 2018! […]

Leave a Reply