Rundown, Game Rules dan Devices Gulir Bunyi Hibrid: Edisi September 2018

with No Comments

Pada Gulir Bunyi edisi September di iCanStudioLive ini, saya telah menyiapkan sebuah rangkaian program pelatihan yang merupakan kombinasi dari metode Gulir Bunyi yang saya bawakan bulan lalu di IOEF ’18, dengan Gulir Bunyi: Derau (Edisi Derau) yang pernah saya buat Oktober ’17 lalu.

Setiap workshop Gulir Bunyi merupakan sebuah rangkaian game pieces yang baru, atau merupakan pengembangan dari metode yang saya gunakan sebelumnya. Seperti halnya dengan Utas Gita, Gulir Bunyi mempunyai beberapa versi permainan yang selalu disesuaikan dengan latar belakang peserta dan setting workshop.

Baca: A Definitive Guide On Utas Gita Game Piece; Gumlau, Baur, and Phase Music

Baca: Gulir Bunyi at IOEF 2018!

Melodi Linear Sebagai Basis Improvisasi

Konsep improvisasi yang kita kenal dalam musik populer, pada umumnya berpedoman kepada tiga bingkai esensial di musik yaitu:

  1. Irama
  2. Harmoni
  3. Melodi

Berimprovisasi pada lagu Autumn Leaves misalnya, akan menuntut kita untuk mempertimbangkan  ketukan, birama, landasan progresi akor, dan pergerakan frase melodi. Namun dalam konteks Gulir Bunyi, workshop inni mempertanyakan: Apa yang terjadi bila kita menghilangkan limitasi dari pergerakan akor? Apa yang akan terjadi bila kita menghilangkan otoritas ketukan, untuk menghasilkan musik yang bebas dari ritme konstan? dan Bagaimana kalau kita murni berfokus terhadap pergerakan melodi saja?

Dalam pandangan ini, terlihat bahwa tindakan improvisasi dalam jazz, atau pop secara tidak disadari mempunyai barriers; sehingga meskipun kelihatannya kita mempunyai kebebasan, pada kenyataannya kita masih terkekang dalam bingkai karakteristik genre, harmoni, dan ritme. Saya tidak menyarankan bahwa metode berimprovisasi kita harus benar-benar bebas 100% dari bingkai tertentu, namun ada kalanya kita perlu melatih intuisi bermusik yang lebih mentah, bebas dari segala bias otoritas genre musik untuk mendapatkan esensi dari proses kreasi musik yang murni.

Bertolak dari ketiga elemen di atas, pada Gulir Bunyi edisi ini, kita akan menghilangkan batasan dari bingkai harmoni (akor), dan irama untuk berfokus kepada pergerakan melodi saja. Secara sederhana dapat dibayangkan seperti ini: bayangkan anda berimprovisasi dalam gaya rock mengikuti progresi akor G-D-Em-C di tempo 146. Hilangkan semua progresi akor, juga tempo konstan dan birama, maka anda akan tersisa dengan rangkaian melodi-melodi linear. Dalam hal ini kita akan mengolah bingkai improvisasi yang berasal dari pergerakan melodi, sebagai ‘pengganti’ akor dan irama. Jadi anda akan memainkan improvisasi musik yang merupakan respon dari satu atau lebih elemen melodi yang terjadi secara bersamaan, dimainkan secara kolektif oleh peserta lainnya.

Tools/ Alat

Namun untuk mengembangkan pergerakan melodi kita memerlukan instrumen, yang digunakan sebagai tools atau devices. Jerry Coker dalam bukunya Improvising Jazz, menggunakan tiga kategori tools dalam rangka pengembangan melodi linear:

  1. Kontur melodi- yang berarti membaca pola naik turunnya nada, dan mengembangkan dengan pitch dan variasi ritmik yang bebas
  2. Ritmik- membaca pola ritmik dari sebuah melodi, dan menggunakannya sebagai basis dari pengembangan atau variasi, dengan pitch dan kontur berbeda.
  3. Essential Pitch- menggunakan beberapa not kunci dari sebuah frase melodi, untuk menghasilkan variasi yang berdasarkan pengembangan kontur dan ritmik.

Maka dalam rangka mengolah suatu basis melodi sebagai pengganti bingkai harmoni dan ritmik, secara umum kita dapat bertolak kepada tiga kategori ini. Namun untuk menciptakan framework yang baru kita masih membutuhkan elemen-elemen tambahan sebagai pengikat.

Flashcards dan Fifth Elements

Flashcards Gulir Bunyi terdiri dari beberapa kategori kata sifat: Warm, Loud, Whisper, Peaceful, Open Space, dll, serta beberapa kategori lainnya dalam istilah musik. Flashcards umumnya digunakan untuk membingkai color/mood dari improvisasi yang dimainkan. Sebagai contoh kata Playful, digunakan untuk membingkai mood yang ceria, jahil, dan identik dengan elemen kejutan; meskipun pada praktiknya flashcards juga dapat digunakan untuk enhance atau menyetir pergerakan musik ke arah tertentu.

Bingkai mood dalam flashcards, dapat digunakan murni untuk memainkan atau merancang sebuah presentasi musik yang bersifat aleatoric, tanpa perlu mempertimbangkan bentuk presentasi masing-masing elemennya. Namun dalam Derau, flashcards digunakan khusus untuk mengikat masing-masing elemen yang dimainkan oleh peserta dalam sebuah tema, atau mood yang disepakati bersama. Dalam hal ini Derau menggunakan lima elemen yang disepakati sebagai instruksi dalam kategori penyampaian gagasan musikal:

  1. Repetisi- frase musikal yang identik, dan dimainkan berulangkali.
  2. Motif- pengembangan dari sebuah frase musikal yang dilakukan secara bertahap.
  3. Durasi/Dinamika- eksplorasi dari panjang/pendek, keras/pelan materi bebunyian.
  4. Color/Mood- eksplorasi bebunyian, sebagai pengganti materi harmoni yang digunakan sebagai layer atau landasan warna musik.
  5. Improvisasi

Maka dengan menggunakan kelima elemen yang  berpedoman kepada tiga unsur esensial di awal tadi, kita mampu membuat framework improvisasi yang benar-benar baru dan berbasis sepenuhnya dari pergerakan melodi yang linear. Repetisi misalnya dapat digunakan untuk menggantikan elemen irama yang konstan, begitupun halnya dengan color/mood yang bisa dipakai sebagai basis pengganti elemen harmoni. Dalam hal ini, improvisasi musik murni menjadi  respon dari sebuah bingkai sekuens melodi; yang masing-masing menggunakan metode penyampaian gagasan yang spesifik.

Derau mengeksplorasi metode improvisasi dengan bingkai yang terbuka, untuk mengakomodir sesi kreasi musik yang kolaboratif. Melalui creative groupings, pembagian peserta dalam grup akan memaksimalkan potensi dari pengembangan improvisasi yang menuai imajinasi dan intuisi, melatih daya ingat serta interaksi bermusik dalam kelompok; dalam rangka mengolah kreasi seni sebagai pengalaman manusia yang natural, spiritual, dan bersifat komunal. (DJ)

Leave a Reply